Jangan Sampai Salah, Ini Waktu Berjemur Terbaik Di Bawah Sinar Matahari

Jangan Sampai Salah, Ini Waktu Berjemur Terbaik Di Bawah Sinar Matahari

Selain itu, sinar matahari dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih dan antibodi. Jika dua zat tersebut terpenuhi, tubuh dapat menangkal virus dan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Melansir Mayo Clinic, paparan sinar matahari dapat meningkatkan hormon serotonin, hormon yang dapat memicu munculnya rasa bahagia, tenang dan fokus. Penelitian lain mengungkapkan jika sinar matahari dapat mengurangi stres pengidap depresi. Bila Trubus Mania sering mengalami nyeri menstruasi, disarankan untuk berjemur karena sinar matahari dapat menurunkan risiko nyeri saat haid. Setiap hari mata perlu terpapar cahaya untuk membantu tubuh mengatur jam biologisnya.

Selain itu, sinar matahari juga dapat meningkatkan energi pada tubuhnya. Penyakit kulit yang menyerang kesehatanmu ternyata rentan bertambah parah jika kulitmu tidak pernah terkena sinar matahari pagi. Paparan sinar matahari pagi dengan durasi dan intensitas yan tepat dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit, seperti jerawat, psoriasis, dan eksim. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum melakukan treatment sederhana berupa aktivitas berjemur di bawah sinar matahari pagi. Berjemur di pagi hari dapat meningkatkan kadar anti depresan alami di otak yang dapat membantu meringankan dan menghilangkan bentuk-bentuk depresi ringan. Hal itu dikarenakan saat berjemur di pagi hari otak dapat memproduksi lebih banyak serotonin, bahan kimia yang dapat mengangkat suasana hati.

Secara umum, vitamin D dibentuk dengan cara alami saat kulit terkena sinar matahari secara langsung. Sebagaimana dilansir Healthline, vitamin D merupakan nutrisi yang sangat berguna untuk pembentukan tulang. Tidak hanya itu saja, vitamin ini juga berguna untuk menjaga kesehatan jantung, otot, dan otak.

Karena unsur sinar ultraviolet dan vitamin yang dibentuk olehnya, yakni vitamin D, dibutuhkan tubuh sepenting menu harian. Inovasi menarik soal manfaat sinar matahari ini membuat penemunya, Niels Finsen, memperoleh penghargaan Nobel. Niels yang berprofesi sebagai tentara Jerman pernah menggunakan sinar mentari untuk menyembuhkan luka dan membunuh bakteri. Kortisol merupakan salah satu penyebab stres, makanya hormon ini sering disebut sebagai “hormon stres”. Menurut beberapa ilmuwan, kadar kortisol yang tinggi juga bisa meningkatkan berat badan. Namun untungnya menurut hasil studi dari Universitas Colorado, paparan sinar mentari yang cukup bisa membuat kadar kortisol berkurang.

Kondisi ini otomatis membuat cahaya mentari dapat meningkatkan kesehatan tulang, terutama bagi orang tua, yaitu dengan cara membantu penyerapan kalsium. Manfaat berjemur di pagi hari yang kedua adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang. Seperti yang sudah banyak diketahui, vitamin D merangsang penyerapan kalsium dan fosfor yang dapat menguatkan tulang. Namun tidak hanya itu saja, vitamin D3 juga ternyata memiliki peran penting untuk kepadatan tulang. Vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terbentuk selama proses pembuatan vitamin D ketika sinar matahari mengenai kulit. Jika kamu memiliki kandungan vitamin D3 yang lebih tinggi di dalam darah maka kecil kemungkinannya kamu akan menderita patah tulang dan begitupun sebaliknya.

Kebiasaan berjemur sinar matahari di pagi hari tampaknya sudah mulai kehilangan pamor. Ironis nampaknya, jika dahulu para orang tua selalu membiasakan untuk berjemur di bawah sinar matahari demi pertumbuhan buah hati, tetapi sekarang kegiatan itu ditinggalkan. Orang yang kurang terpapar sinar matahari, berisiko mengalami bentuk tertentu dari depresi yang disebutseasonal affective dysfunction Daftar Slot Terpercaya gangguan afektif musiman.

Hal ini tentunya akan sangat membantu masyarakat untuk tetap semangat dan aktif dalam melakukan aktivitas work at home. Konon, sinar matahari pagi bermanfaat untuk metabolisme tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh. Karena itu, berjemur di pagi menjadi aktivitas yang positif di saat kita menghadapi kondisi pandemic virus corona Covid-19 ini. Padahal banyak sekali Manfaat sinar matahari pagi yang bisa diraih dengan berjemur di pagi hari.

Pentingnya matahari untuk kesehatan tubuh

Sebuah hasil studi menyebutkan bahwa kandungan vitamin D3 dari sinar matahari ternyata memiliki peran penting untuk kepadatan tulang. Sinar matahari pagi dapat memberikan kehangatan dan segudang manfaat kesehatan bagi tubuh, khususnya anak. Sinar matahari akan membuat tubuh memiliki gambaran yang jelas bahwa hal tersebut bukanlah malam hari, sehingga akan membantu mempertahankan ritme sirkadian yang normal. Dilansir dari World Health Organization, kandungan UVA dan UVB pada sinar matahari ternyata bisa membantu meredakan gejala penyakit kulit.

Menurut penelitian, sinar matahari yang baik untuk kesehatan bisa didapatkan sejak matahari terbit sampai jam 10 pagi, lalu berlanjut sejak jam three sore sampai matahari terbenam kembali. Pada jam-jam ini, sinar matahari tidak terlalu terik sehingga nyaman untuk berolahraga. Perhatikan juga durasi paparan sinar mataharimu, jangan terlalu lama berada di bawah sinar matahari karena bisa menyebabkan kulit terbakar dan kanker kulit. Saat berjemur, tubuh melepas senyawa nitric oxide ke dalam pembuluh darah. Dengan tekanan darah yang stabil, kamu akan terhindar dari penyakit berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung.

Comments are closed.