Ideas Mengatur Waktu Belajar Di Rumah Selama Pandemi Covid

Ideas Mengatur Waktu Belajar Di Rumah Selama Pandemi Covid

Mulai dari sekolah, primary ke rumah teman, sampai pergi ke tempat bimbel. Harusnya sih waktu untuk pergi ke tempat bimbel bisa kamu hilangkan. Kamu bisa belajar dengan Master Teacher dengan penjelasannya yang menarik menggunakan animasi yang keren lho. Remaja yang memiliki motivasi belajar akan memperhatikan pela-jaran yang disampaikan, membaca materi sehingga bisa memahaminya, dan menggunakan strategi-strategi belajar tertentu yang mendukung. Dalam menentukan strategi belajar yang sesuai, remaja juga menentukan waktu yang akan digunakan agar strategi belajar yang dibuatnya menjadi efektif dan efisien. Oleh sebab itu, remaja yang memiliki motivasi dalam belajar memiliki kecenderungan untuk memanajemen waktu belajarnya dengan baik agar materi yang dipelajarinya mampu dipahami dengan baik pula.

Ketua TP PKKProvinsi Kalimantan Tengah Ivo Sugianto Sabran mengajak masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Dan itu harus dijadikan kebiasaan saat pandemi covid-19 ini. Entah dengan berolahraga, menonton, membaca, atau kegiatan lain yang bisa dilakukan di rumah. “Untuk rileksasi diri, bisa juga melakukan high quality time dengan pasangan,” saran Athi’. Rasa bosan sebetulnya lumrah saja dan jangan selalu dipandang negatif. Rasa bosan justru dapat memancing rasa kreativitas yang tinggi.

Hindari juga kegiatan yang dapat mengganggu kegiatanmu di sekolah. Dengan memiliki jadwal, kamu bisa tetap eksis dan aktif di semua kegiatan. Mereka lebih nyaman untuk berbagi cerita dengan teman dan lebih semangat ketika beraktivitas bersama. Anda bisa undang teman dekat anak Anda untuk bersepeda, pergi ke taman, atau mendaftar klub bersama. Cara ini akan membuat anak semangat berolahraga karena dapat beraktivitas dengan temannya.

Membagi waktu pada anak remaja

Semua orang tahu bahwa olahraga membawa banyak dampak positif bagi tubuh, tapi tidak semua orang memiliki niat untuk memulainya. “Pelan-pelan kita tanamkan, pentingnya belajar, berpikir untuk masa depan. Dikasih pemahaman supaya hidup mereka jadi berkualitas. Bisa jaga kesehatan. Minimal mengurangi yang buruk-buruk. Enggak bisa sekaligus,” ujar Mustomi. Kisah anak jalanan lainnya, Hendi , tidak jauh berbeda dengan Aduy. Hendi mengaku tetap mengamen untuk membantu keluarganya mendapatkan uang tambahan.

Misalnya ada yang bergabung dengan klub bakat dan minat, kelompok penelitian, hingga mendaftar sebagai asisten dosen. Ada pula mahasiswa yang mulai bekerja paruh waktu dan memanfaatkan segala kesempatan internship. Program tersebut menampilkan seorang wanita yang menari erotis.

Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian, pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun. Seseorang dapat melakukan seks bebas karna kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri, karna agama adalah fondasi bagi hidup kita. Jika pengetahuan tentang agama saja kurang, apalagi pengetahuan diluar agama tentu sangat kurang.

Selanjutnya Dads bisa membagi kegiatan berdasarkan prioritas, sehingga Dads tidak akan melewatkan kegiatan yang penting dan tetap memiliki waktu luang untuk keluarga. Sebagai orang tua yang bekerja, memang tidak mudah membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Seringkali Dads terlalu sibuk mengurusi pekerjaan kantor hingga melupakan urusan rumah termasuk mengurus anak. Malahan, terkadang Dads dihadapi pilihan berat antara menyelesaikan pekerjaan kantor atau memberikan waktu untuk keluarga. Padahal, anak-anak membutuhkan perhatian dan bimbingan dari orang tua baik dari sosok ibu maupun sosok ayah.

Comments are closed.